Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 14 Oktober 2012

Pembahasan SQL



LAPORAN  PRAKTIKUM
LANGKAH -  LANGKAH MENGGUNAKAN
                                       SQL                       
                                                                                                                                                   













 





                                                                                                                    





                                                NAMA      : KUSMI NUR ATIKOH
                                                KELAS     : SI 12 C
                                                NIM           : 12.12.0167
















      A.   Permasalahan
Meskipun prinsip-prinsip yang berlaku universal, database mungkin berbeda dalam rincian penting (misalnya jenis didukung indeks, kemampuan untuk menggunakan indeks untuk melacak nilai-nilai NULL, dll), dan terutama di alat yang disediakan - peran penting tuning pernyataan SQL memainkan disebut "rencana pelaksanaan", yaitu deskripsi tentang bagaimana pernyataan tersebut akan dievaluasi (apa tabel akan bergabung, bagaimana bergabung akan dilakukan dan dalam rangka apa, kondisi apa akan dievaluasi dengan menggunakan indeks, dll) dan cara untuk membaca dan menampilkan itu adalah khusus untuk setiap database. PostgreSQL menyediakan MENJELASKAN [ANALISIS] perintah, Oracle mengisi informasi ke dalam tabel (yang dapat dibaca akibatnya menggunakan peralatan tradisional - SQLPlus, katak, SQL Developer, ...) dll .

   B.   Landasan Teori

SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.

Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD), namun secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.



*      Data Definition Language



DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.

CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:



·         CREATE DATABASE nama_basis_data

·         CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.

·         CREATE TABLE nama_tabel

·         CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, perintah ini memiliki bentuk

·         CREATE TABLE [nama_tabel]

(

nama_field1 tipe_data [constraints][,

nama_field2 tipe_data,

...]

)

atau

·         CREATE TABLE [nama_tabel]

(

nama_field1 tipe_data [,

nama_field2 tipe_data,

...]

[CONSTRAINT nama_field constraints]

)



Dengan:

nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.

tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.

constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).

Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.

Contoh:

·         CREATE TABLE user

(

username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY,

passwd VARCHAR(20) NOT NULL,

tanggal_lahir DATETIME

);





*      Data Manipulation Language



DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:

·         SELECT untuk menampilkan data

·         INSERT untuk menambahkan data baru

·         UPDATE untuk mengubah data yang sudah ada

·         DELETE untuk menghapus data



SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT. SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap:

·         ( QUERY BUDIN ) Cilegon.

SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]

FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON kondisi_penghubung]

[, nama_tabel3 [AS alias3], ...]

[WHERE kondisi]

[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]

[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]

[HAVING kondisi_aggregat]

·         Contoh 1: Tampilkan seluruh data.

SELECT * FROM user

·         Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi.

SELECT *FROM user

WHERE total_transaksi = 0

·         Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.

SELECT username FROM user

WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000

·         Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi.

SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi FROM user

·         Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil.

SELECT * FROM user

ORDER BY jml_transaksi DESC



Fungsi Aggregat



Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:

      SUM untuk menghitung total nominal data

      COUNT untuk menghitung jumlah kemunculan data

      AVG untuk menghitung rata-rata sekelompok data

      MAX dan MIN untuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.



Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar